Ajang F1 Menghadirkan Kejutan


Acara F1 berikan kejutan. Seorang anak kecil berusia 18 th. dan 228 hari memenangkan dokter Spanyol. Ini adalah rekor baru, Max Verstappen jadi juara termuda dalam sejarah F1. Dengan kesabaran dan kekerasan ia berhasil menghentikan Kimi Raikonen, yang berada di rangkaian kedua. Verstappen saat ini fenomenal, pusat perhatian di alam semesta. Penulis bukan analis F1, tapi hanya mengamatinya. Namun memang ada banyak laporan mengenai kehidupan event jet darat ini yang dapat dipertimbangkan. Fenomena timbulnya master dan catatan baru di setiap balapan atau kejuaraan kerap diamati, terlebih di F1. F1 adalah arena kompetitif berdasarkan produsen / manajemen dan pengemudi. Kompleksitas dan dinamika persaingan seringkali susah ditebak. Di tingkat pabrik, kita mengetahui bahwa Marcedes, Ferrari dan Redbull adalah yang paling baik selagi ini. Driver seperti Alonso, Hamilton, Rosberg dan Vettel benar-benar menonjol. Namun tiba-tiba Verstappen jadi juara GP Spanyol kemarin.

Kejutan timbulnya juara baru, bersama atau tanpa catatan, kerap mengemuka di ajang F1. Dalam menopang Schumacher (Ferrari) dari 2000 hingga 2005, yang beradu bersama Montoya dan Raikonen (McLaren) pada selagi itu, ada pembalap muda Alonso (Renault) yang mengembuskan kehidupan baru ke dalam kompetisi. Alonso akhirnya memenangkan Piala Dunia pada 2005 dan 2006. Kemudian periode 2007-2009 diisi bersama persaingan Alonso, Raikonen, Hamilton, Massa, Raikonen, Webber, dan Jenson Button. Perlombaan benar-benar ketat dan penuh kejutan, yang memicu perubahan master, yakni Raikonen (Ferrari) pada 2007, Hamilton (McLaren) 2008 dan Jenson Button (Brawn) 2009. Namun, pembalap muda jadi berkompetisi. Vettel, yang dulu diakui sebagai pupuk bawang, memecahkan rekor juara termuda Grand Prix Monza Italia pada 2008, dikala ia berusia 21 th. dan 73 hari. Saat itu balapan berlangsung di tengah hujan lebat dan agak semrawut. Ini pasti saja tidak berhasil, sebab Vettel telah memperlihatkan bakat di persaingan sebelumnya.

Gelar juara di Vettel hanya tinggal menanti waktu. Meski persaingan selalu sengit, Sebastian Vetel menang 2010-2013 bersama Redbull. Vettel memecahkan rekor juara dunia termuda pada 2010 pada umur 23 dan 134 hari, memecahkan rekor di awalnya yang dimiliki Hamilton. Dalam tiga musim terakhir, persaingan telah dikerjakan oleh Rosberg, Hamilton dan Vettel. Alonso, yang ubah dari Ferrari ke McLaren, tetap jatuh di tengah papan. Hamilton dari Mar Mercedes bersama jenis agresif menang pada 2014 dan 2015. Pembalap baru atau muda yang menghembuskan kehidupan baru ke dalam persaingan termasuk Daniel Riciardo, Valtteri Bottas, Romain Grosjean, Daniil Kvyat dan Carlos Sainz Jr. Dan sejarah memperlihatkan bahwa seorang anak yang benar-benar muda tiba-tiba memenangkan dokter Spanyol minggu lalu, yakni Max Verstapen.

Kelahiran Alonso (Renault), Vetel (Redbull) atau Verstappen (Redbull) pada masanya dapat bersifat alami (baca hukum kodrat) dan manusia. Ini termasuk bukan kebetulan. Mereka adalah keterampilan teknis dan kiat tim yang canggih, biarpun bukan dari produsen terbaik. Saat ini orang tetap berpikir bahwa Mercedes dan Ferrari adalah yang terbaik. Pesan hidup dari fenomena di atas adalah sebagai berikut. Pertama, setiap zaman dapat melahirkan orang atau pemimpin generasi muda. Orang-orang muda ini termasuk punya keterampilan yang baik sebab mereka dilahirkan dari proses yang baik, kondisi kompetitif dan pengetahuan. Kedua, wajib untuk membangun proses yang dapat memberi tambahan akses kepada seluruh orang, termasuk orang baru, pemain baru atau aktor baru di beragam bidang kehidupan. Sistem ini punya mekanisme kompetitif, transparan, pendidikan dan produktif. Ini dapat memicu proses produksi sosial dan ekonomi efektif dan menghasilkan perkembangan tinggi.

Ketiga, kaum muda wajib studi keras, punya keterampilan dan memperlihatkan cii-ciri yang benar-benar baik. Anak-anak wajib studi dari guru yang tepat, berkomitmen pada orang tua, punya lingkungan yang menyenangkan, dan studi melalui pembelajaran. Kaum muda tidak hanya pintar, tapi wajib mengetahui pentingnya kesabaran, ketangguhan dan kepedulian. Keempat, anak muda wajib mendapat kesempatan. Orang tua wajib dapat merawat diri sendiri, jadi perumpamaan pengasuhan untuk anak kecil. Orang tua wajib cerdas bersama mendorong anak muda untuk menyaksikan apakah mereka memimpin atau menyita alih. Jangan dulu meremehkan anak muda.

Posted In F1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *